Polemik food tray (ompreng) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus menjadi perbincangan. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai dua ormas Islam terbesar di Indonesia mengeluarkan pandangan yang berbeda terkait dugaan adanya kandungan minyak babi dalam wadah makan tersebut. Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menekankan pentingnya pemerintah untuk segera memastikan apakah food tray yang digunakan dalam program MBG mengandung unsur babi dan jika terbukti, penggunaannya harus dihentikan. Muhammadiyah juga menyerukan agar pemerintah memberi jaminan halal pada setiap program yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat luas. Sementara itu, PBNU mengambil pendekatan yang berbeda dengan memperbolehkan penggunaan food tray asalkan dibersihkan sesuai kaidah fikih NU dan menilai program MBG sangat bermanfaat bagi santri dan pesantren. Meski demikian, PBNU tetap meminta klarifikasi resmi dari pemerintah terkait proses produksi dan lokasi temuan dugaan minyak babi dalam food tray.
Pandangan Berbeda: Food Tray Minyak Babi, Muhammadiyah vs NU
Read Also
Recommendation for You

Menjelang Idulfitri setiap tahunnya, Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu menjadi…

Pengurus Pusat Muhammadiyah telah mengkonfirmasi bahwa awal bulan Ramadhan tahun ini akan dimulai pada Rabu,…

Pakar Hukum Tata Negara dan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD,…

PB PORDI Meningkatkan Standar Perwasitan untuk Transformasi Domino Menjadi Olahraga Prestasi Nasional Pengurus Besar Perkumpulan…

Menuju puasa Ramadan 2026 semakin dekat, masyarakat Indonesia mulai mencari tahu berapa hari lagi menuju…







