Stok BBM Menipis, Ini 8 Cara Praktis Bikin Mobil Lebih Irit
Ketersediaan bahan bakar minyak atau BBM yang mulai terbatas di sejumlah daerah membuat pengendara perlu lebih cermat mengatur pemakaian bahan bakar. Dalam situasi seperti ini, kebiasaan berkendara justru menjadi penentu utama apakah BBM cepat habis atau bisa lebih awet dipakai. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan bahwa cara mengemudi yang agresif bisa membuat konsumsi BBM melonjak tajam.
Menurut Yannes, kebiasaan seperti memacu mobil terlalu kencang dan mengerem mendadak bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga menurunkan efisiensi bahan bakar secara signifikan. Di jalan tol, perilaku seperti itu bahkan bisa mengurangi efisiensi hingga 33 persen, sementara di dalam kota dampaknya disebut mencapai lima persen.
Perilaku Berkendara Jadi Kunci Utama
Di tengah stok BBM yang menipis, pengendara disarankan lebih disiplin menjaga ritme berkendara. Kecepatan yang stabil membantu mesin bekerja lebih ringan, sehingga pembakaran bahan bakar menjadi lebih efisien. Sebaliknya, akselerasi mendadak dan pengereman keras membuat mesin bekerja lebih keras dan konsumsi BBM ikut meningkat.
Selain itu, penggunaan AC juga perlu diperhatikan. Jika dipakai secara berlebihan, AC bisa menambah beban kerja mesin dan berdampak pada borosnya bahan bakar. Karena itu, pengaturan suhu yang wajar dan penggunaan seperlunya bisa menjadi langkah sederhana untuk menekan pemakaian BBM.
Delapan Langkah Sederhana Agar Mobil Lebih Hemat
Ada delapan cara yang bisa diterapkan agar mobil tetap efisien saat BBM sulit didapat. Pertama, gunakan AC dengan bijak. Kedua, jaga kecepatan kendaraan tetap stabil. Ketiga, hindari rem mendadak. Keempat, kurangi beban berlebih di dalam mobil karena muatan tambahan membuat konsumsi BBM meningkat.
Kelima, lakukan servis mobil secara rutin agar performa mesin tetap prima dan tidak membuang bahan bakar sia-sia. Keenam, matikan mesin ketika harus menunggu lama atau berhenti tanpa tujuan jelas. Ketujuh, kendalikan putaran mesin atau RPM di kisaran 1.500 hingga 2.500 agar pembakaran lebih efisien. Kedelapan, periksa tekanan ban secara berkala karena ban yang kurang angin bisa membuat mobil lebih berat melaju dan akhirnya lebih boros BBM.
Dengan kebiasaan-kebiasaan sederhana itu, penggunaan bahan bakar bisa ditekan tanpa harus mengorbankan kenyamanan berkendara. Di saat pasokan BBM tak lagi selonggar biasanya, cara paling masuk akal memang bukan sekadar mencari pengisian berikutnya, melainkan memastikan setiap liter dipakai seefisien mungkin.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












