Dituding Salah Baca Data oleh Bahlil Lahadalia, Ini Respons Menkeu Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons tudingan bahwa dirinya salah membaca data setelah pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencuat ke publik. Alih-alih membalas dengan nada keras, Purbaya memilih menempatkan perbedaan itu sebagai soal cara membaca angka antar-kementerian yang belum tentu seragam.
Purbaya: Bisa Jadi Sama, Tapi Masih Dicek
Purbaya mengatakan ia tidak menutup kemungkinan bahwa penjelasan Bahlil benar. Namun, ia menegaskan masih mempelajari detailnya untuk memastikan duduk persoalannya. Menurut dia, perbedaan sudut pandang dalam melihat data kerap terjadi ketika angka yang sama dibaca dari perspektif kebijakan yang berbeda.
Meski begitu, Purbaya tetap yakin bahwa pernyataannya sebelumnya mengenai harga asli LPG 3 Kg sebesar Rp42.750 per tabung adalah tepat. Ia juga menyebut belum ada tambahan dana kompensasi untuk energi tersebut hingga saat ini, sehingga angka yang ia sampaikan tetap berdiri pada perhitungan yang ada.
Perbedaan Data Antar-Kementerian Jadi Sorotan
Dalam penjelasannya, Purbaya memberi sinyal bahwa polemik ini lebih mungkin dipicu oleh perbedaan metode membaca data ketimbang kesalahan substansi. Ia menilai hal semacam itu lazim terjadi di lingkungan birokrasi, terutama ketika satu angka dipakai untuk kepentingan analisis yang berbeda.
Purbaya juga menyampaikan keyakinannya bahwa pada akhirnya angka yang dipersoalkan akan mengarah pada hasil yang sama. Karena itu, ia menganggap tudingan salah baca belum tentu menjadi kesimpulan akhir sebelum seluruh detail diperiksa lebih jauh.
Masih Menunggu Kepastian Angka
Di tengah silang penjelasan dua menteri, Purbaya memilih bersikap hati-hati sambil tetap mempertahankan data yang ia sampaikan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa proses pengecekan masih berjalan dan belum ada perubahan pada hitung-hitungan kompensasi energi yang ia ketahui sejauh ini.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












