Berita  

Menkeu Purbaya Pertanyakan Uang APBD Disimpan dalam Deposito?

Perdebatan soal uang daerah kembali mengemuka setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik keras terhadap cara sejumlah pemerintah daerah mengelola APBD. Sorotannya bukan hanya pada besaran dana yang tersimpan, tetapi pada bentuk penempatan uang itu sendiri. Menurut Purbaya, jika dana daerah dibiarkan mengendap dalam giro, maka manfaat keuangannya bagi daerah bisa sangat terbatas dan justru berpotensi merugikan.

Purbaya Soroti Penempatan Dana Daerah

Purbaya menilai praktik penyimpanan APBD perlu diperiksa lebih jauh karena ada dana yang tidak ditempatkan dalam deposito, melainkan giro. Ia menyebut kondisi itu sebagai salah satu titik yang harus dicermati, sebab bisa berdampak pada optimalisasi keuangan daerah. Purbaya juga menegaskan bahwa temuan terkait pengelolaan seperti ini akan menjadi perhatian Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.

Pernyataan tersebut memunculkan kembali pertanyaan lama: sejauh mana pemerintah daerah benar-benar memanfaatkan kas daerah secara efisien, dan bukan sekadar menyimpannya tanpa strategi yang memberi hasil maksimal.

Dedi Mulyadi Balas dengan Argumen Keamanan

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi jawaban berbeda. Ia menyebut penyimpanan anggaran di giro sebagai pilihan yang aman dan transparan, meski imbal hasil yang diperoleh memang relatif kecil. Bagi Dedi, keamanan dana jauh lebih penting daripada mengejar keuntungan yang belum tentu sebanding dengan risikonya.

Dedi bahkan menegaskan bahwa menyimpan uang daerah di tempat lain yang tidak aman, seperti kasur atau lemari besi, jelas bukan pilihan masuk akal. Karena itu, menurut dia, giro tetap menjadi opsi yang paling realistis untuk menjaga dana tetap terpantau. Ia juga menyebut praktik deposito on call masih terjadi di beberapa daerah, sehingga isu ini tidak bisa dilihat secara hitam-putih.

Transparansi Jadi Titik Kunci

Perbedaan pandangan antara Purbaya dan Dedi memperlihatkan dua cara pandang dalam mengelola anggaran publik: efisiensi di satu sisi, keamanan dan keterbukaan di sisi lain. Namun di tengah perdebatan itu, satu hal yang sama-sama penting tetap tak berubah, yakni memastikan uang daerah dikelola secara transparan, akuntabel, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.