Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh diduga sarat korupsi oleh sejumlah pihak, dengan KPK tengah menyelidiki kasus tersebut. Salah satu modus operandi yang dicurigai adalah penjualan tanah milik negara untuk proyek tersebut, dimana dana besar diduga mengalir kepada pihak tertentu. Menurut Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, tanah-tanah tersebut diduga dijual dengan harga di atas pasar, padahal seharusnya negara tidak perlu membayar untuk menggunakan lahan tersebut. KPK berfokus pada pengadaan lahan yang tidak wajar, dengan menelusuri segala pembayaran yang dianggap tidak sesuai. Asep menegaskan bahwa apabila pembayarannya wajar, tidak akan ada penuntutan, namun jika ditemukan mark up atau praktik tidak jujur, uang tersebut harus dikembalikan kepada negara. Ini merupakan proyek nasional yang harus diawasi secara ketat demi mencegah praktik korupsi yang merugikan negara.
Pengadaan Lahan Kereta Cepat Whoosh: KPK Benar-benar Periksa Dugaan Korupsi
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, memberikan pandangan jujur mengenai kemampuan Menteri Kehutanan,…

Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, memberikan tanggapannya terkait rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat alutsista…

Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M. Rizal Fadillah, mengungkapkan pandangan kontroversialnya terkait polemik seputar ijazah Presiden…

Aktivis lingkungan, Virdian Aurellio, menyoroti kurangnya keseriusan negara dalam penanggulangan kerusakan alam dan dampaknya terhadap…

Profesor Ciek Julyati Hisyam dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yakin bahwa ijazah S1 dari Universitas…







