Presiden Prabowo Subianto bersama Raja Yordania Raja Abdullah II akan membahas rencana pengiriman 20 ribu pasukan TNI ke Gaza, Palestina pada pertemuan Jumat. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin mengungkap dua opsi pengiriman pasukan, yaitu di bawah naungan PBB atau di bawah persetujuan organisasi internasional yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump. Kedua opsi ini sedang dibahas intensif namun membutuhkan waktu untuk mencapai kesepakatan bersama. Partisipasi Indonesia dalam misi kemanusiaan di Gaza akan tergantung pada persetujuan beberapa negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, dan UAE. Jika kelima negara tersebut memberikan izin, Indonesia bersedia mengirim 20 ribu pasukan TNI ke Gaza dengan pendekatan kemanusiaan untuk membantu Palestina. Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II akan membahas lebih lanjut rencana pengiriman pasukan TNI tanpa bersifat koersif, dengan Israel juga menjadi bagian penting dalam proses ini.
Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Palestina: Opsi Amerika atau PBB?
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, memberikan pandangan jujur mengenai kemampuan Menteri Kehutanan,…

Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, memberikan tanggapannya terkait rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat alutsista…

Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M. Rizal Fadillah, mengungkapkan pandangan kontroversialnya terkait polemik seputar ijazah Presiden…

Aktivis lingkungan, Virdian Aurellio, menyoroti kurangnya keseriusan negara dalam penanggulangan kerusakan alam dan dampaknya terhadap…

Profesor Ciek Julyati Hisyam dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yakin bahwa ijazah S1 dari Universitas…







