Banjir yang terjadi di Pulau Sumatera akibat badai siklon tropis Senyar telah menimbulkan dampak yang luas dan menyedihkan, terutama dengan jatuhnya ratusan korban jiwa akibat bencana tersebut. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) juga menjadi fokus perhatian dalam hal ini, terutama kinerja Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang dinilai gagal dalam mencegah terjadinya praktik perusakan hutan di pulau tersebut. Banyaknya kayu gelondongan yang terbawa banjir hingga mencapai Kota Padang juga menjadi bukti indikasi praktik penebangan hutan yang tidak sesuai prosedur atau bahkan ilegal.
Untuk menyoroti kondisi ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, untuk membahas dugaan deforestasi yang menjadi pemicu banjir dan longsor di Sumatera bagian utara. Rapat tersebut dijadwalkan dilaksanakan pada Kamis, 4 Desember, agar Kemenhut dapat memberikan paparan yang maksimal terkait kondisi tersebut.
Alex juga menyadari adanya fenomena cuaca ekstrem belakangan ini di Indonesia yang bisa menyebabkan banjir. Dengan adanya evaluasi dan pembahasan lebih lanjut mengenai dugaan perusakan hutan, diharapkan langkah-langkah preventif dan perbaikan bisa diambil untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.












