Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memperingatkan pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram tetap terkendali menjelang Ramadan. Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menekankan pentingnya pelayanan energi yang maksimal bagi masyarakat saat mendekati bulan puasa. DPR berkomitmen untuk mengawasi distribusi BBM dan LPG agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik, terutama saat Ramadan dan dalam situasi darurat akibat bencana alam.
Pada masa-masa menjelang Ramadan, terjadi lonjakan konsumsi energi yang berpotensi menimbulkan kelangkaan BBM dan LPG, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. DPR tidak ingin menerima keluhan masyarakat terkait ketersediaan BBM dan LPG yang sulit didapatkan, seperti yang pernah dialami pada Ramadan sebelumnya. Maka, Komisi XII DPR RI terus memantau distribusi energi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik dalam segala kondisi, termasuk situasi darurat.
DPR mengingatkan akan pengalaman pada Ramadhan sebelumnya, di mana peningkatan aktivitas rumah tangga dan usaha mikro memicu lonjakan permintaan LPG 3 kilogram yang berdampak pada antrean panjang dan kenaikan harga. Pendekatan pencegahan dan pengawasan yang ketat perlu diterapkan untuk menghindari masalah serupa terjadi di masa mendatang. Itu sebabnya, DPR terus memantau dan menegaskan pentingnya ketersediaan BBM dan LPG yang memadai menjelang Ramadan dan dalam keadaan darurat.












