Polemik rencana debat antara Menteri HAM, Natalius Pigai, dan Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar, yang sempat menjadi sorotan publik, kini telah berakhir. Alih-alih bertemu dalam forum perdebatan, keduanya justru saling berkomunikasi secara terbuka di ruang publik. Natalius Pigai dengan tegas menyatakan bahwa ia ingin terlibat dalam debat yang berbasis ilmiah dan substansial. Ia menekankan bahwa diskusi yang diinginkannya berkaitan dengan konsepsi dan pendekatan holistik terhadap hak asasi manusia (HAM), bukan evaluasi teknis tentang tugas kementerian. Pigai juga menyatakan bahwa catatan mengenai HAM selalu disampaikannya secara terbuka kepada DPR dan masyarakat melalui berbagai media. Terkait jadwal debat, Pigai menyatakan bahwa ia telah menunjukkan kesiapannya.
Debat Batal Pigai dan Prof Uceng: ‘Case Close’ di Medsos
Read Also
Recommendation for You

Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan dari Wakil Perdana Menteri Australia, Richard Marles, di…

Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengumumkan bahwa insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari untuk…

APBN 2026 Indonesia menghadapi tekanan yang meningkat karena sejumlah faktor yang menyempitkan ruang fiskal pemerintah….

Keberadaan oposisi dalam sebuah negara menjadi krusial dalam mengawasi kekuasaan agar tidak berjalan tanpa pengawasan….








