Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, menyoroti penggunaan istilah ‘rezim totaliter’ yang sering kali ditujukan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, istilah tersebut tidak sepenuhnya tepat karena Indonesia tidak pernah mengusung sistem totaliter. Budiman menjelaskan bahwa dalam sejarah politik modern Indonesia, yang pernah terjadi adalah otoritarianisme, bukan totalitarianisme. Ia pun menyoroti penggunaan istilah tersebut tanpa pemahaman yang cukup tentang maknanya.
Dalam keterangannya, Budiman menjelaskan bahwa rezim totaliter adalah rezim yang terdiri dari penguasa yang memegang teguh ideologi dan menerapkan ideologi tersebut kepada masyarakatnya hingga ke ranah privat. Di sini, kehidupan pribadi warga negara diatur dengan ketat berdasarkan ideologi yang diterapkan. Budiman menegaskan bahwa Indonesia, dengan beragamnya masyarakatnya yang santai dan pragmatis, sulit untuk membentuk sistem totaliter karena terlalu beragam.
Menyoroti kondisi Indonesia yang begitu beraneka ragam, Budiman menekankan bahwa Indonesia terlalu divers dan kompleks untuk mendukung sistem totaliter. Ia mengingatkan agar penyebutan istilah tersebut lebih dipertimbangkan dengan baik agar tidak menyesatkan opini publik. Dengan demikian, Budiman memberikan klarifikasi terkait penggunaan istilah ‘rezim totaliter’ yang kerap terkait dengan pemerintahan saat ini.










