Jeje Wiradinata: Memperingati Kudatuli dan Bahaya Korupsi
Pangandaran, 26 Juli 2026 – Peringatan Kudatuli setiap tahun tidak hanya sekadar upacara rutin bagi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran. Lebih dari itu, acara Renungan 27 Juli juga menjadi panggilan perubahan dan momen introspeksi dalam memperkuat semangat demokrasi dan integritas.
Jeje Wiradinata: Tonggak Penting dalam Sejarah Demokrasi
Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran, Jeje Wiradinata menegaskan bahwa peristiwa tragis Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) 1996 bukanlah sekadar catatan kelam dalam sejarah partai. Bagi Jeje, Kudatuli merupakan tonggak penting dalam pembelaan demokrasi di Indonesia.
Jeje berbagi pengalamannya saat bergabung dengan PDI pada tahun 1994, di tengah keketatan rezim Orde Baru yang memberikan tekanan politik terhadap para kader. Ia menyoroti betapa pentingnya konsolidasi partai yang berintegritas untuk melawan tekanan politik eksternal.
Tantangan Kompleks di Era Reformasi
Selain itu, Jeje juga menyoroti perubahan paradigma saat ini di mana tantangan terbesar bagi para kader bukan lagi datang dari pihak eksternal, melainkan internal diri sendiri. Menjaga kesucian dari korupsi dan konsistensi dalam mendukung aspirasi rakyat menjadi fokus utama dalam menjaga semangat Kudatuli tetap membara.
Dengan harapan agar seluruh kader PDI Perjuangan Pangandaran terus menjaga komitmen dan prinsip-prinsip demokrasi, Jeje Wiradinata mengingatkan akan bahaya korupsi dan pentingnya menjaga integritas dalam berpolitik.
Sumber: Dailypangandaran












