Kelebihan dan Kekurangan Membubuhkan Stevia Sebagai Pengganti Gula

Manfaat dan Efek Samping Stevia Sebagai Pengganti Gula

Jakarta – Stevia semakin populer sebagai pengganti gula, terutama bagi orang yang ingin mengurangi asupan gula atau menjaga kadar gula darah. Pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana ini dikenal memiliki rasa yang sangat manis, tetapi hampir tidak mengandung kalori sehingga banyak digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman.

Keamanan dan Efek Samping Stevia

Ekstrak stevia dengan tingkat kemurnian tinggi umumnya aman dikonsumsi dan telah disetujui penggunaannya sebagai pemanis oleh lembaga keamanan pangan di berbagai negara. Namun, meski umumnya aman, tetap perlu diperhatikan beberapa hal sebelum mengonsumsi stevia sehari-hari.

Stevia murni dinilai aman jika dikonsumsi sesuai anjuran. Senyawa utama dalam stevia, yaitu stevioside dan rebaudioside A, memberikan rasa manis tinggi. Dalam jumlah yang wajar, stevia tidak menimbulkan masalah kesehatan serius. Namun, beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi produk stevia, yang sebagian disebabkan oleh bahan tambahan di dalamnya.

Selain itu, ada juga yang mengeluhkan rasa pahit setelah mengonsumsi stevia. Efek ini tidak berbahaya, tapi bisa memengaruhi selera makan. Perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua produk stevia murni, ada yang mengandung campuran pemanis lain atau gula tambahan.

Stevia Selama Kehamilan

Stevia umumnya dianggap aman untuk ibu hamil jika dikonsumsi dalam jumlah rendah. Penelitian pada embrio hamster menunjukkan bahwa stevia tidak memengaruhi kehamilan atau kesuburan. Namun, ibu hamil sebaiknya memilih produk stevia yang jelas komposisinya dan menghindari produk dengan tambahan sakarin.

Meski stevia memiliki keunggulan sebagai pengganti gula, tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Mengurangi gula tambahan secara keseluruhan, meningkatkan konsumsi buah, sayuran, biji-bijian, dan gaya hidup aktif tetap menjadi langkah utama untuk menjaga kesehatan.

Source link