Berita  

Said Didu: BBM Langka karena Suplai Kurang, Bahlil Bertanggung Jawab

JAKARTA — Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan mengaitkannya dengan kekurangan pasokan. Ia juga menyebut Bahlil sebagai pihak yang bertanggung jawab atas persoalan tersebut.

Pernyataan Said Didu menempatkan ketersediaan suplai sebagai pokok masalah dalam kelangkaan BBM yang disorotnya. Namun, informasi yang tersedia belum memuat penjelasan lebih terperinci mengenai penyebab pasokan berkurang maupun faktor lain yang mungkin berkaitan dengan kondisi tersebut.

Kelangkaan dikaitkan dengan suplai

Said Didu menyampaikan sorotan itu dalam kapasitasnya sebagai mantan pejabat di Kementerian BUMN. Penekanannya tertuju pada pasokan BBM yang dinilai tidak mencukupi, sementara tanggung jawab atas situasi tersebut ia arahkan kepada Bahlil.

Meski demikian, belum terdapat rincian mengenai wilayah yang mengalami kelangkaan, jenis BBM yang terdampak, serta berapa lama kondisi itu berlangsung. Skala gangguan pasokan dan jumlah kebutuhan yang tidak terpenuhi juga tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia.

Keterangan tersebut juga belum menguraikan apakah kelangkaan terjadi secara merata atau hanya ditemukan di lokasi tertentu. Karena itu, pernyataan mengenai kekurangan suplai tetap harus ditempatkan sebagai penilaian Said Didu, bukan sebagai kesimpulan independen yang telah disertai data terperinci.

Informasi mengenai waktu mulai terjadinya kelangkaan, pola ketersediaan BBM, dan pihak yang menangani pasokan di lapangan pun belum dijelaskan. Tidak ada pula angka yang dapat menunjukkan besarnya penurunan suplai atau tingkat kebutuhan masyarakat pada wilayah yang dimaksud.

Belum ada rincian tanggapan

Sorotan Said Didu disampaikan pada 14 September 2026 di Jakarta. Akan tetapi, pernyataannya yang tersedia belum dilengkapi uraian mengenai dasar penetapan tanggung jawab kepada Bahlil, termasuk kebijakan atau keputusan tertentu yang menurutnya berkaitan langsung dengan kekurangan pasokan BBM.

Belum tersedia pula tanggapan Bahlil terhadap pernyataan tersebut. Dengan demikian, posisi Bahlil maupun penjelasan mengenai kondisi pasokan dari pihak yang disebut Said Didu belum dapat diketahui dari informasi yang ada.

Ketiadaan rincian itu membuat sejumlah aspek penting masih terbuka, terutama lokasi kelangkaan, jenis produk yang terdampak, penyebab berkurangnya pasokan, dan langkah yang akan ditempuh untuk memulihkan ketersediaan BBM. Informasi mengenai dampak terhadap masyarakat serta perkembangan penanganannya juga belum disampaikan.

Untuk sementara, pokok pernyataan Said Didu terbatas pada dua hal: kelangkaan BBM yang menjadi sorotannya dikaitkan dengan suplai yang kurang, dan tanggung jawab atas kondisi tersebut ia tujukan kepada Bahlil.

Source link