Kantor Tempo kembali diteror dengan cara yang memancing kemarahan publik. Setelah sebelumnya menerima kiriman kepala babi, kali ini redaksi Tempo mendapati sebuah kotak kardus berisi enam bangkai tikus yang dipotong. Paket itu sempat mengecoh petugas kebersihan karena dibungkus kertas kado bermotif bunga mawar merah, sehingga awalnya dikira berisi mi instan. Namun, setelah dibuka, isi di dalamnya justru memperlihatkan bentuk teror yang jauh lebih brutal.
Teror Baru di Kantor Tempo
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terhadap Tempo belum berhenti. Kiriman yang dikemas seolah-olah biasa itu justru menjadi pesan intimidasi yang jelas. Bagi penerima, cara seperti ini bukan sekadar mengganggu, tetapi juga menunjukkan upaya menekan kerja jurnalistik lewat rasa takut. Peristiwa ini menambah daftar teror yang sebelumnya juga sempat menyasar media tersebut.
Kunto Aji Turut Bersuara
Di tengah sorotan atas kejadian itu, musisi Kunto Aji ikut menyampaikan dukungan kepada Tempo melalui cuitan di media sosialnya. Ia mengecam tindakan teror tersebut dan menyebut bahwa peristiwa semacam ini seharusnya memicu kemarahan bersama. Kunto Aji juga menegaskan keyakinannya bahwa Tempo tidak akan berdiri sendiri, karena dukungan untuk media itu akan terus datang dari berbagai pihak.
Dukungan untuk Tetap Bertahan
Kunto Aji menulis bahwa dirinya akan terus memberikan dukungan kepada Tempo dan berharap redaksi tetap kuat menghadapi tekanan yang datang. Pernyataan itu mempertegas bahwa intimidasi terhadap media justru bisa memunculkan solidaritas yang lebih luas. Di saat teror berusaha menciptakan rasa gentar, respons publik justru menunjukkan penolakan terhadap upaya membungkam kerja pers.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
