Abolisi dan Amnesti dalam Konteks Persatuan Nasional
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, memberikan respons terhadap keputusan amnesti dan abolisi yang diambil Presiden Prabowo Subianto. Menurut Fahri Hamzah, langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengakhiri polarisasi politik dan sosial di masyarakat. Dia menganggap keputusan Presiden mencerminkan keinginan kuat untuk merajut kembali persatuan nasional menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 pada 17 Agustus 2025.
Melalui akun media sosial pribadinya, Fahri Hamzah menyatakan bahwa keputusan memberikan amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristianto dan abolisi kepada Tom Lembong sebagai langkah yang tepat. Respons cepat pimpinan DPR RI, yang diungkapkan oleh profesor Sufmi Dasco Ahmad, juga dinilai sebagai upaya membaca sinyal keinginan presiden untuk mengakhiri pembelahan dalam masyarakat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.
Bagi Fahri Hamzah, keputusan pemberian abolisi dan amnesti tersebut sangat penting di tengah situasi yang dipenuhi dengan upaya pemecah-belah bangsa. Dia menyebutnya sebagai kabar gembira yang mengharukan di tengah upaya kelompok tertentu untuk terus memecah belah. Presiden dianggap telah menggunakan kewenangannya secara tegas untuk membawa dampak besar dalam mengembalikan kerukunan di masyarakat. Keputusan tersebut diharapkan mampu memulai rekonsiliasi besar menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80.












