Berita  

Pernyataan Presiden Prabowo terhadap Whoosh dan Dokter Tifa: Tanggung Jawab Boss Termul

Pernyataan Prabowo soal Whoosh Disorot, Dokter Tifa: Itu Peringatan Keras bagi yang Terlibat

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang nasib Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh memicu respons tajam dari dokter dan ilmuwan Tifauzia Tyassuma, yang dikenal sebagai dokter Tifa. Saat Prabowo menyatakan siap bertanggung jawab atas proyek tersebut meski dibayangi utang besar, dokter Tifa menilai sikap itu tidak boleh dibaca sebagai bentuk pembiaran terhadap dugaan penyimpangan yang pernah terjadi.

Tanggung jawab ke rakyat, bukan menutup kejahatan

Menurut dokter Tifa, ucapan Presiden justru harus dipahami sebagai sinyal keras bagi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengelolaan proyek yang dinilainya berjalan ugal-ugalan. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab seorang presiden adalah kepada rakyat, bukan melindungi kesalahan atau menutupi tindakan korupsi bila memang ada.

Dalam pandangannya, bila masyarakat ikut menanggung kerugian dari kebijakan atau proyek di masa rezim sebelumnya, maka sikap bertanggung jawab yang dimaksud Presiden semestinya diwujudkan lewat langkah hukum dan pengawasan yang tegas. Bukan sekadar menanggung beban, melainkan memastikan persoalan itu ditelusuri sampai tuntas.

Desakan untuk menelusuri pihak yang merugikan publik

Dokter Tifa juga menilai bahwa pernyataan Prabowo membuka ruang untuk memeriksa kembali siapa saja yang terlibat dalam proyek Whoosh. Ia menyebut, jika benar ada kerugian yang dialami rakyat, maka negara harus hadir dengan keberanian untuk mencari, menangkap, dan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Dengan nada kritik yang kuat, ia menggambarkan sikap Prabowo sebagai peringatan bagi mereka yang berada di balik proyek tersebut. Bagi dokter Tifa, inti dari pernyataan Presiden bukanlah menerima beban tanpa syarat, melainkan menegaskan bahwa kekuasaan tidak boleh dipakai untuk melindungi kesalahan yang merugikan publik.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.