Berita terbaru mengenai proyek Kereta Cepat atau Whoosh mendapat tanggapan dari Jubir PSI, Dian Sandi Utama, yang menepis kabar tentang penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek tersebut. Menurut Dian, Presiden Prabowo Subianto sudah secara terbuka menegaskan bahwa dana APBN tidak akan digunakan untuk tujuan tersebut. Sumber pembayaran utang proyek tersebut adalah uang sitaan hasil korupsi yang telah masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sesuai dengan penjelasan Presiden. Dian juga meragukan kabar yang menyatakan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pendapat yang berbeda dari Presiden, menganggapnya sebagai hoaks. AHY memang menyebut bahwa APBN akan turut berperan dalam pembayaran utang proyek tersebut, meskipun belum menjelaskan secara rinci mekanisme pelibatan APBN dalam skema pelunasan utang. Selain itu, AHY menyampaikan bahwa pembahasan utang proyek kereta cepat sedang berlangsung dalam rapat koordinasi di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
AHY Bilang Utang Whoosh Ditanggung APBN: Menteri Berbeda dari Presiden
Read Also
Recommendation for You

Kontroversi seputar keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali ramai dibicarakan oleh masyarakat. Pendapat beragam pun…

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, menyoroti penggunaan istilah ‘rezim totaliter’ yang sering kali…

Bachrum Achmadi, seorang pegiat media sosial, menanggapi pernyataan Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, yang mengatakan…

PT TASPEN (Persero) telah memperkuat Whistleblowing System (WBS) sebagai sarana untuk melaporkan pelanggaran dan pertanyaan…

Presiden Prabowo Subianto telah mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menganut sistem Pemerintahan Demokrasi. Dalam sistem…







