Berita  

Tragedi Bocah SD di NTT: Analisis Support System untuk Anak Gen Alpha

Tragedi kemanusiaan terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan meninggalnya YBS (10), murid kelas IV sekolah dasar yang diduga bunuh diri. Menurut Dra. Sandra Liza, seorang pengamat Perlindungan Perempuan dan Anak, peristiwa ini bukan hanya tentang kemiskinan, tetapi juga tentang masalah mental yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani. Anak-anak di generasi Alpha menghadapi tantangan yang lebih berat namun minim dukungan, dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Kasus YBS mencuat setelah ia meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena dengan harga yang relatif murah, namun permintaannya tidak terpenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga. Sandra menegaskan bahwa kondisi ini dapat menjadi pemicu tekanan psikologis yang lebih dalam, terutama karena tekanan yang berkaitan dengan kemiskinan dan kekecewaan yang terpendam. Stres yang tidak ditangani dalam jangka waktu yang lama dapat berkembang menjadi depresi.

Sandra juga menjelaskan bahwa anak-anak Gen Alpha sering mengalami masalah mental illness yang tidak disadari, dan generasi sebelumnya memiliki cara berpikir yang berbeda. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan dukungan yang cukup kepada anak-anak generasi Alpha agar mereka dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik. Tragedi ini seharusnya menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan anak-anak dan memberikan perhatian yang tepat untuk melindungi mereka dari masalah psikologis yang dapat berakibat fatal.

Source link