Politikus PKS, Tifatul Sembiring, mengekspresikan kekecewaannya terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembentukan Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) yang melibatkan sejumlah negara muslim. Ia menyoroti kehadiran Israel dalam forum tersebut, tanpa melibatkan Palestina. Tifatul juga mengecam langkah-langkah militer yang diambil dalam forum tersebut yang seharusnya bertujuan untuk perdamaian.
Mengkritik tindakan tersebut, Tifatul mempertanyakan pemahaman Trump tentang perdamaian yang sebenarnya. Ia menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap program pertama BoP yang melibatkan serangan terhadap Iran. Selain itu, diskusi seputar pembantaian remaja sekolah putri di Iran juga menjadi sorotan tajam dari Tifatul.
Kritik pedas juga dilontarkan terhadap Trump, dengan Tifatul menyampaikan pertanyaan retoris apakah Presiden Amerika Serikat tersebut benar-benar paham tentang arti perdamaian. Sindiran keras terkait kebijakan Trump dalam forum itu menjadi sorotan utama dalam pernyataan Tifatul.
Selain itu, pemantau politik, Rizal Fadillah, menyoroti keikutsertaan Indonesia dalam BoP yang dianggap dapat menimbulkan masalah dalam arah politik luar negeri negara. Partisipasi Indonesia dalam forum ini dianggap tidak sejalan dengan prinsip dasar politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pondasi diplomasi Indonesia dalam kancah internasional.












