Ter Liye Soroti Narasi “Prabowo Selamatkan CASN”, Ingatkan Pengangkatan Bukan Hadiah
Penulis dan novelis Ter Liye mengkritik keras narasi yang membingkai Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok penyelamat bagi calon aparatur sipil negara atau CASN. Menurut dia, pengangkatan CASN bukanlah kemurahan hati politik, melainkan kewajiban pemerintah setelah para peserta melewati proses seleksi yang panjang dan melelahkan. Cara pandang itu, kata Ter Liye, justru menutupi fakta bahwa para CASN telah lebih dulu memenuhi tahapan yang ditetapkan negara.
Pengangkatan CASN Dinilai Bukan Pemberian
Ter Liye menilai, narasi heroik yang muncul di ruang publik membuat seolah-olah Prabowo datang sebagai penyelamat di tengah persoalan CASN. Padahal, dari sudut pandangnya, pemerintah memang semestinya mengangkat mereka setelah lulus seleksi. Ia menegaskan bahwa para CASN sudah berjuang, bersaing, dan dinyatakan lolos, sehingga yang dibutuhkan adalah kepastian, bukan penggambaran yang seakan-akan pengangkatan itu merupakan hadiah.
Penundaan Memukul Banyak Peserta
Ia juga menyoroti dampak penundaan pengangkatan yang sempat menimbulkan keresahan di kalangan CASN. Banyak di antara mereka disebut sudah berhenti dari pekerjaan sebelumnya dan telanjur menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut status baru sebagai aparatur sipil negara. Situasi itu, menurut Ter Liye, membuat kebijakan penundaan terasa seperti mengingkari harapan yang sudah terlanjur dibangun sejak awal proses seleksi.
Jadwal Baru Tetap Menyisakan Pertanyaan
Pemerintah sendiri telah memutuskan untuk mempercepat pengangkatan CASN formasi 2024, dengan batas waktu pengangkatan CPNS hingga Juni 2025 dan PPPK hingga Oktober 2025. Namun, bagi Ter Liye, persoalan utamanya bukan hanya soal jadwal baru, melainkan kepastian dan keadilan bagi mereka yang sudah menunggu terlalu lama. Ia menilai judul dan cara penyampaian berita seharusnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya, bukan membangun kesan bahwa ada figur yang menyelamatkan keadaan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.










