Nurdin Halid Soroti Kebutuhan Kapal Tambahan di Pelabuhan Bajoe untuk Arus Mudik
Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, kembali menjadi perhatian menjelang arus mudik Idul Fitri. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, HAM Nurdin Halid, turun langsung memantau kesiapan layanan penyeberangan di lokasi tersebut pada sekitar pukul 16.30 Wita, bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk General Manager ASDP Bajoe, Mario Sardadi. Kunjungan itu difokuskan untuk memastikan perjalanan pemudik berlangsung lancar, aman, dan tertib.
Pelayanan Dinilai Lancar, tetapi Kebutuhan Kapal Masih Mengemuka
Dalam pemantauan tersebut, Mario Sardadi menyampaikan bahwa pelayanan di Pelabuhan Bajoe sejauh ini berjalan baik dan belum ditemukan hambatan berarti. Meski arus penumpang mengalami lonjakan, kondisi di lapangan disebut masih terkendali. Namun di balik kelancaran itu, ada catatan penting yang kembali mencuat, yakni kebutuhan ASDP Bajoe memiliki kapal sendiri untuk melayani penyeberangan rute Bajoe-Kolaka.
Menurut Mario, keberadaan kapal yang dikelola langsung akan sangat membantu memperkuat operasional, terutama saat volume penumpang meningkat tajam pada musim mudik. Situasi ini menunjukkan bahwa kelancaran hari ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan jangka panjang layanan penyeberangan di Bone.
Nurdin Halid Janji Perjuangkan di DPR RI
Nurdin Halid menyambut serius persoalan tersebut. Ia tak hanya melihat kondisi pelabuhan dari jauh, tetapi juga memeriksa kesiapan kapal dan berbincang dengan para penumpang. Dari hasil pantauannya, NH menilai pengadaan kapal penumpang untuk rute Bajoe-Kolaka harus masuk daftar prioritas yang mendesak.
Ia menegaskan bahwa ASDP tidak seharusnya terus bergantung pada kapal swasta semata. Menurutnya, keberadaan armada milik sendiri akan memberi ruang gerak yang lebih kuat bagi operator pelabuhan dalam menjaga kualitas layanan, terutama pada periode padat seperti mudik lebaran. Karena itu, ia berkomitmen membawa persoalan ini ke DPR RI agar mendapat perhatian lebih serius.
Fokus pada Layanan yang Lebih Tangguh
Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kesiapan mudik tidak cukup hanya dengan memastikan pelabuhan tetap beroperasi. Yang dibutuhkan adalah sistem layanan yang lebih tangguh, termasuk dukungan armada yang memadai untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Bagi Pelabuhan Bajoe, kebutuhan kapal tambahan kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan bagian dari upaya menjaga kenyamanan pemudik di jalur penyeberangan Bone-Kolaka.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
