Situasi yang tidak kondusif di Indonesia telah menarik perhatian Juru Bicara era Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie Massardi. Menurutnya, kemarahan rakyat telah mencapai titik puncak. Melalui cuitan di akun media sosial pribadinya, Adhie Massardi menegaskan bahwa tanda-tanda kemarahan rakyat sudah sangat jelas dan tidak bisa lagi disembunyikan. Ia menganggap kondisi saat ini telah mencapai titik kritis karena akumulasi kekecewaan publik yang terkait dengan kebijakan pemerintah dan praktik politik di DPR.
Adhie juga mengekspresikan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah yang terkesan acuh terhadap situasi yang tengah terjadi. Ia menyoroti kebiasaan pemerintah yang sering kali menggunakan upacara seremonial sebagai upaya meredam ketegangan, seperti pemberian gelar kenegaraan kepada tokoh tertentu dan kegiatan panggung rakyat yang diiringi tarian dan hiburan, namun menurutnya hal ini tidak mencapai akar permasalahan. Adhie menekankan pentingnya memberantas orang-orang yang dinilai merusak negara dan bangsa selama 10 tahun sebagai agenda utama, bukan melalui tindakan represif.












