Berita  

Nicho Silalahi: Mengapa Rakyat Miskin Terus Terusir di Negeri Merdeka?

Nicho Silalahi Soroti Nasib Warga Kampung Periuk yang Berjalan Kaki ke Jakarta

Langkah panjang warga Kampung Periuk, Cilegon, menuju Jakarta kembali memantik sorotan. Pegiat media sosial Nicho Silalahi menilai aksi long march itu bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bentuk teriakan warga kecil yang merasa tak lagi punya ruang untuk bertahan. Bagi mereka, berjalan kaki ke ibu kota adalah upaya mencari perlindungan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Warga Miskin yang Tak Punya Banyak Pilihan

Menurut Nicho, rombongan yang ikut dalam aksi tersebut bukanlah kelompok berkepentingan besar atau elite politik. Mereka justru datang dari lapisan paling rentan: pemulung, buruh harian lepas, pedagang kaki lima, dan warga miskin perkotaan yang hidup dari pekerjaan serabutan. Dalam pandangannya, keberangkatan mereka ke Jakarta memperlihatkan betapa sempitnya jalan yang tersisa ketika persoalan tempat tinggal tak lagi menemukan penyelesaian di daerah.

Keresahan warga Kampung Periuk berawal dari ancaman penggusuran atas lahan yang mereka tempati, yakni area bekas kuburan China di Kota Cilegon. Situasi itu membuat rasa aman mereka terus terkikis, terlebih ketika masa depan tempat tinggal mereka berada dalam tanda tanya besar.

Proyek dan Tekanan di Sekitar Permukiman

Nicho juga menyinggung keberadaan pembangunan hotel di kawasan tersebut yang disebut ikut mengganggu ketenangan warga. Di saat yang sama, muncul pula tindakan dari preman yang disebut bersama LSM meratakan rumah-rumah dan mengusir warga secara paksa. Rangkaian kejadian itu, menurutnya, membuat penduduk setempat hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian yang berkepanjangan.

Dalam pembacaan Nicho, persoalan ini bukan hanya soal sengketa lahan, melainkan gambaran lebih luas tentang bagaimana rakyat kecil bisa tersisih di tanah yang seharusnya memberi rasa aman. Dari situ, ia menegaskan ironi yang terasa tajam: di negeri yang disebut merdeka, justru warga miskin yang masih harus berjuang keras agar tidak terusir dari tempat mereka tinggal.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.