Pengamat Ekonomi dan Politik, Heru Subagia, mempertanyakan klaim Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, terkait tawaran suap sebesar USD1 miliar kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut Heru, klaim tersebut terkesan sebagai rekayasa atau dialog imajiner yang tidak masuk akal. Heru meragukan bahwa Prabowo benar-benar menolak suap sebesar itu, seolah-olah semua korupsi dapat ditindaklanjuti. Hashim menunjukkan keberhasilan Prabowo dalam menolak suap sebagai contoh, namun Heru tetap menyinggung siapa sebenarnya yang menyogok dan untuk kasus apa. Selain itu, Heru juga menyebut bahwa cerita Hashim ini harus dipertimbangkan secara hukum, apakah mengandung konsekuensi yang positif dalam penegakan hukum terhadap koruptor. Itulah pertanyaan yang diajukan Heru terkait klaim Hashim mengenai Prabowo yang menolak tawaran sebesar USD1 miliar.
Hashim Klaim Prabowo Tolak Sogokan, Pengamat Curiga Rekayasa
Read Also
Recommendation for You

Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026 yang memberikan kepastian…

Ahmad Khozinudin, pengacara Roy Suryo dan timnya, menyoroti perubahan sikap pakar digital forensik, Rismon Hasiholan…

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada…

Penetapan awal bulan Syawal 1447 H tahun ini mengacu pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih…

Polemik seputar sikap Rismon Sianipar terkait isu ijazah Joko Widodo kembali memicu perdebatan publik. Setelah…







