Pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, mengenai bandara ilegal di Morowali tiba-tiba menarik perhatian publik setelah ia menghadiri Latihan Terintegrasi 2025 yang diselenggarakan oleh TNI dan pihak lain di Morowali pada 20 November 2025. Menurut Sjafrie, keberadaan bandara ilegal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang tidak lazim. Prof. Henri Subiakto, seorang Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), juga merasa heran dengan temuan tersebut. Henri mengekspresikan keheranannya melalui akun media sosialnya, mengungkapkan keanehan bahwa bandara ilegal yang didirikan selama masa pemerintahan Jokowi baru terbongkar pada era Prabowo Subianto. Di sini Henri menyoroti ketidakhadiran kepolisian dan pejabat setempat dalam menghadapi masalah ini, serta mempertanyakan siapa yang memberikan izin kepada warga asing untuk keluar-masuk tanpa memperhatikan kedaulatan negara. Ia juga menyatakan keprihatinannya terhadap pelanggaran otoritas negara dan hukum yang diterapkan di wilayah tersebut. Dengan harapan besar pada Presiden Prabowo dan Menhan Jenderal Safri Samsudin, Henri mendesak agar aturan yang berlaku dalam hukum Indonesia ditegakkan dengan tegas untuk menertibkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi.
Soroti IMIP: Perusahaan Asing Miliki Bandara Sendiri – Analisis Guru Besar Unair
Read Also
Recommendation for You

Menurut pengamat Politik dan Ekonomi, Heru Subagia, pemerintah diduga menggunakan tekanan psikologis terhadap para aktivis…

Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026 yang memberikan kepastian…

Ahmad Khozinudin, pengacara Roy Suryo dan timnya, menyoroti perubahan sikap pakar digital forensik, Rismon Hasiholan…

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada…

Penetapan awal bulan Syawal 1447 H tahun ini mengacu pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih…







