Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan tanggapannya terkait pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan petinggi Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Istana Negara. Dahnil hadir dalam pertemuan yang berlangsung pada 3 Februari 2026 dan mengungkapkan bahwa salah satu topik pembahasan adalah keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bersama tujuh negara Islam lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dijelaskan oleh Dahnil menggambarkan keputusan tersebut sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina dan perdamaian, menuju peradaban yang lebih baik. Dahnil menyatakan bahwa Ormas Islam yang hadir memahami langkah Prabowo dan bahkan mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan.
Meskipun demikian, sejumlah tokoh meminta Indonesia untuk segera keluar dari BoP jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Dialog dalam pertemuan berlangsung konstruktif dan disampaikan oleh tokoh-tokoh Islam agar Presiden tetap waspada dan skeptis terhadap kesepakatan yang ada. Pertemuan tersebut berlangsung selama lebih dari 3 jam dan dihadiri oleh petinggi ormas Islam seperti Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ketua ICMI Arif Satria, dan Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva.












