Dea Anugrah, Co-Founder Malaka Project, menjadi perhatian publik setelah jejak digitalnya terkait Israel dan Palestina kembali mencuat di media sosial. Salah satu cuitannya di Twitter pada tahun 2014 menyoroti ketika dia memberi salam kepada akun Israel dan Israel Network, serta menerima balasan dari mereka. Cuitan tersebut kini ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial.
Meskipun Dea tidak membantah cuitannya tersebut, dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas kebodohannya yang membuat orang terluka. Dea menjelaskan bahwa cuitannya pada tahun 2014 dan artikel-artikel lain yang dia tulis terkait Palestina adalah tindakan impulsif dan bodoh dari dirinya sendiri, bukan karena terlibat dalam upaya pemolesan citra Israel.
Dea menegaskan bahwa sikapnya terhadap konflik di Palestina telah berubah sejak Oktober 2023 dan kini dia mendukung kemerdekaan Palestina. Dia mengakui bahwa waktu bisa mengubah orang, dan keyakinannya saat ini adalah bahwa Palestina harus merdeka. Dengan menyesali tindakannya di masa lalu, Dea berharap dapat memperbaiki kesalahannya dan memberikan dukungan yang lebih baik bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.












