Polemik seputar program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perbincangan hangat setelah Waketum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, menyoroti kontroversi mengenai kualitas dan standar gizi program tersebut. Teddy pertanyakan mengapa publik hanya memperhatikan masalah dapur MBG yang tidak sesuai standar, sementara dapur yang sudah sesuai standar gizi jarang menjadi sorotan. Pemerintah dan DPR sudah mengambil tindakan terhadap dapur MBG yang bermasalah, beberapa sudah dipecat dan yang lainnya sedang dievaluasi. Teddy menekankan bahwa tidak seharusnya oknum menjadi alasan untuk menutup seluruh program. Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, menanggapi pernyataan Teddy dengan menyoroti desain program MBG yang juga perlu diperbaiki. Ia menegaskan bahwa masalah bukan hanya berkaitan dengan oknum, tetapi juga tentang desain program yang perlu diperbaiki. Arif menyarankan agar pemerintah tidak malu untuk melakukan perbaikan melalui BGN.
Masalah Dapur MBG: Jangan Tutup Program – Teddy Gusnaidi
Read Also
Recommendation for You

Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan dari Wakil Perdana Menteri Australia, Richard Marles, di…

Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengumumkan bahwa insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari untuk…

APBN 2026 Indonesia menghadapi tekanan yang meningkat karena sejumlah faktor yang menyempitkan ruang fiskal pemerintah….

Keberadaan oposisi dalam sebuah negara menjadi krusial dalam mengawasi kekuasaan agar tidak berjalan tanpa pengawasan….








